I PUTU JUNIARTHA SEMARA PUTRA

xpresikan aksimu

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN POST PARTUS MATURUS VACUM EXTRAKSI

Tinggalkan komentar

Juniartha Semara Putra

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN POST PARTUS MATURUS VACUM EXTRAKSI
a.i PARTUS TAK MAJU
TINJAUAN KASUS
A.  PENGKAJIAN
  1. Pengumpulan Data
a.    Identitas
o  Identitas Klien
Nama
Umur
Agama
Pekerjaan
Pendidikan
Suku/Bangsa
Status marital
Diagnosa Medis
No.Medrec
Tanggal Masuk RS
Tanggal Pengkajian
Alamat
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
: :
Ny.M
27 tahun
Islam
Swasta
D3
Jawa
Menikah
P2A0 Partus Maturus dengan Vacum Ekstraksi a.i Partus Tak maju
05001592
30 Januari 2005
31 Januari 2005
Tubagus Ismail Dalam no 20 rt 1/7 Sekaloa
o  Identitas Penanggung Jawab
Nama
Umur
Agama
Pekerjaan
Pendidikan
Suku/Bangsa
Status marital
Hubungan dengan Klien
Alamat
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Tn.A
32 tahun
Islam
Swasta
S1
Sunda
Menikah
Suami
Tubagus Ismail Dalam no 20 rt 1/7 Sekaloa
b.   Riwayat Kesehatan
1)   Riwayat Kesehatan Sekarang
a)  Alasan Masuk RS
Pada tanggal 29 Januari jam 23.30 WIB klien mengeluh mulas-mulas. sakit  yang dirasakan jarang dan makin lama makin sering. Sakit tidak hilang dibawa berjalan dan dirasakan menjalar dari pinggang ke perut.
b)      Keluhan Saat Dikaji
Klien dengan P2A0 post partus hari ke-1 pada saat dikaji mengeluh khawatir ASInya tidak keluar. ASI keluar sedikit bila dipencet. Klien mengatakan bayinya belum disusui karena belum bisa digendong akibat luka vacum yang ada dikepala bayi.
2)   Riwayat Kesehatan Dahulu
Klien mengatakan baik saat sebelum hamil atau saat hamil tidak pernah menderita penyakit yang memperberat kehamilannya. Riwayat penyakit menular dan penyakit keturunan disangkal.
3)   Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan kakaknya menderita penyakit kista di rahimnya. Adanya anggota keluarga yang mempunyai polidaktili seperti klien dan adanya penyakit menular disangkal klien.
4)   Riwayat Ginekologi dan Obstetri
a)   Riwayat Obstetri
(1)   Riwayat Menstruasi
Æ Menarche pertama: 14 tahun
Æ Lama haidh:6-7 hari
Æ Siklus: 28 hari
Æ Jumlah :2-3 X/hari ganti pembalut
Æ Keluhan haidh : tidak ada
Æ HPHT: 20 Januari 2004
(2)   Riwayat Perkawinan
Æ Pernikahan ke : 1
Æ Lamanya pernikahan: 5 tahun
Æ Usia saat menikah : Istri 22 tahun  Suami 27 tahun
(3)   Riwayat Keluarga Berencana
Æ Jenis Kontrasepsi Yang Lalu
Klien mengatakan sebelumnya ia minum pil KB.
Æ Jenis Kontrasepsi Setelah Melahirkan
Klien mengatakan ia berencana akan memilih KB IUD jenis Coper T.
Æ Jumlah Anak Yang Direncanakan
Klien mengatakan saat ini ia menginginkan 2 anak saja.
b)   Riwayat Ginekologi
(1)   Riwayat Kehamilan, Persalinan Dan Nifas Yang Lalu
Anak pertama klien lahir aterm, dilahirkan dibidan dengan cara partus spontan. Berat badan lahir 2900 gram, jenis kelamin laki-laki dan keadaan saat ini hidup usia 4 tahun.
(2)   Riwayat Kehamilan Sekarang
Æ  Trimester 1
Klien mengatakan ia mengetahui kehamilannya saat 3 bulan. Sebelumnya ia masih menggunakan pil KB dan kehamilannya tidak direncanakan. Pada  3 bulan pertama klien mengatakan ia sering merasakan mual teatapi tidak sampai mengurangi porsi makannya.
Æ  Trimester 2
Klien mengatakan mual yang dirasakannya hilang. Klien mengatakan nafsu makannya baik dan sering minum susu untuk ibu hamil. Klien memeriksakan kehamilannya 1 bulan 1 kali ke dokter.  Klien diberikan vitamin  dan zat besi.
Æ  Trimester 3
Pada usia kehamilan 7 bulan klien  diimunisasi TT 1 kali. Pada saat kehamilan 8 bulan klien mengeluh sakit pada perut bagian kanan atasnya. BB sebelum hamil 41 kg dan saat hamil 56 kg. Klien mengatakan ia mulai cuti hamil sekitar seminggu yang lalu.
(3)   Riwayat Persalinan Sekarang
Pada tanggal 30 Januari 2005 jam 01.00 WIB klien mersa mulas dan dibawa ke RS Immanuel Bandung dan diketahui pembukaan 3-4 cm, ketuban utuh, kepala di H1,portio tebal lunak, his (+)  20-25/5’ dan denyut jantung janin 12-12-12.                                              kk
Jam 08.20 : klien di bawa ke ruang VK dengan pembukaan 6 cm, kepala di HII, portio teraba tipis lunak dan ketuban  utuh.
Jam 08.45  : klien mulai diimpin meneran
Jam 09.05  : klien meneran tidak baik, dilakukan vakum ekstraksi dan disiapkan SIO.
Jam 09.25  : lahir bayi laki-laki dengan berat badan lahir 3100 gram, PB 51 cm dan APGAR 1’=8 5’=10
Jam 09.30   : lahir plasenta 500 gram,ukuran 8X18x2 cm.
Jam 09.40   : ruptu perineal subtotal dijahit
Jam 10.00 : Partus selesai. Keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, TD:110/70 mmHg, Nadi:96 X/menit, R;20X/menit. Tinggi fundus uteri setinggi pusat, perdarahan 100 cc.
c.    Pemeriksaan Fisik
1)   Sistem Pernapasan
Bentuk hidung simetris, tidak terdapat pernapasan cuping hidung, tidak ada cynosis, hidung teraba kokoh, sinus tidak nyeri, pada saat mengatakan “ah” uvula bergerak bebas dan letak simetris, leher tampak simetris, tidak ada pembesaran KGB yang dapat menekan trakhea, tidak ada penggunan musculus sterno cleidomastoideus, dada simetris, pergerakan dada simetris, tidak ada penggunaan musculus intercostalis interna, tidak ada masa, pengembangan paru simetris, pada perkusi dada dihasilkan bunyi paru resonan, pada auskultasi terdengar suara vesikuler di perifer paru, respirasi 24 x / menit.
2)   Sistem Kardiovaskuler
Konjungtiva merah muda, tidak terdapat peninggian vena jugularis, bunyi S1 dan S2 murni reguler, pada palpasi arteri radialis teraba berdenyut cukup kuat (+2) dan reguler dengan frekuensi 76 x/ menit, TD = 100/70 mmHg, kuku klien tampak merah muda, temperatur perifer teraba hangat, CRT kembali dalam 3 detik dan homan sign -/-.
3)   Sistem Gastrointestinal


3212 2123
3112 2113

 

Bentuk mulut simetris, warna bibir merah muda, mukosa bibir kering, lidah bersih, tidak terlihat adanya stomatitis, mulut dan gigi terlihat bersih letak tonsil simetris dan berwarna merah muda, tidak ada caries gigi, susunan gigi                       abdomen teraba keras, bising usus 15x/ menit, terdapat                             nyeri tekan pada kuadran kanan atas, tidak teraba hepar ataupun limpa, tidak ada hemoroid, terdapat luka jahitan pada perineum  5 cm.

4)   Sistem Reproduksi
Payudara simetris, tidak terdapat benjolan, konsistensi lembek, putting susu menonjol keluar, terdapat hiperpigmentasi pada aerola mamae, ASI keluar sedikit saat dipencet, tinggi fundus uteri 1jari dibawah pusat, konsistensi uterus keras, klien mengatakan kadang merasa mulas. Vulva simetris, keluar lochea rubra yang memenuhi pembalut dan berbau amis, klien mengatakan belum ganti pembalut dari kemarin.
5)   Sistem Urinarius
Tidak ada edema periorbital,  pada saat diperkusi klien tidak mengeluh nyeri, pada saat palpasi ginjal tidak teraba, ,tidak ada distensi pada supra pubis, klien mengatakan tidak mengalami kesulitan BAK.
6)   Sistem Muskuloskeletal
Tingkat aktivitas klien bebas, aktivitas mandiri, tingkat ketergantungan 0 (0-4). Postur tubuh klien tidak ada kelainan. Kepala simetris,bentuk proporsional tidak ada massa, tidak ada nyeri tekan.
- Ekstremitas Atas
Tangan kanan dan kiri klien tampak simetris, kekuatan otot 5/5, ROM kedua ekstremitas atas dapat digerakan dengan bebas, tidak terdapat oedema terdapat jari tambahan pada jempol kanan (polidaktili).
-  Ekstremitas Bawah
Gaya berjalan klien tegak, kaki bentuk simetris, kekuatan otot 5/5 dan tidak terdapat oedema dan nyeri tekan pada tulang.
7)   Sistem Integumen
Kulit klien tampak bersih dan lembab, rambut dan kulit kepala tampak bersih, tidak ada closama gravidarum, tidak ada striae, terdapat linea nigra, suhu 36,1 °C, kuku klien bersih.
8)   Sistem Persyarafan
Kesadaran compos mentis (GCS=15), klien dapat membaca nama perawat pada jarak 30 cm, refleks pupil ++/++, gerakan bola mata baik dan dapat melihat tanpa menoleh, dapat membedakan bau kayu putih dan kopi, dapat membedakan rasa asin dan manis, klien dapat tersenyum simetris, gerakan otot masteter dan temporal kuat, klien dapat merasakan sensasi tajam dan tumpul, refleks patela ++/++, refleks trisep ++/++ dan refleks bisep ++/++.
9)   Sistem Endorin
Pembesaran KGB tidak ada, tidak ada pembesaran tiroid, tidak ada oedema pada seluruh tubuh, tidak ada tremor pada ekstremitas atas maupun bawah. Penampilan klien sesuai dengan jenis kelaminnya.
d.   Pola Aktivitas Sehari-hari
No
Jenis
Sebelum Hamil
Saat hamil
Sekarang
1
Nutrisi
w Makan
w Minum
3X/hari, menu nasi, lauk, sayur dan buah, habis
1 porsi dan tidak ada pantangan.
5-6 gelas belimbing (1500 cc) sehari, jenis air putih dan teh.
3X/hari, menu nasi, lauk, sayur dan buah, habis
1 porsi dan tidak ada pantangan.
5-8 gelas belimbing (2000 cc) sehari, jenis air putih, susu 
3X/hari, menu nasi, lauk, sayur dan buah habis, 1 porsi dan tidak ada pantangan.
1 botol agua besar (1500 cc) sehari, jenis air putih, susu dan jus buah.
2
Eliminasi
w BAK
w BAB
Teratur 4-5 X sehari,warna kuning jernih
Teratur 1X sehari, konsistensi lembek
Teratur 4-5 X sehari,warna kuning jernih
Teratur 1X sehari, konsistensi lembek
Teratur 4-5 X sehari,warna kuning jernih
Belum
3
Istirahat Tidur
w Siang
w Malam
2 jam dan nyenyak
7-8 jam dan nyenyak
2 jam dan nyenyak
7-8 jam dan nyenyak
belum
7-8 jam dan nyenyak
4
Personal Hygene
Mandi
Gosok Gigi
Keramas
Vulva hygene dan Perineum
2 Xsehari, diguyur
2 X sehari
3 X seminggu
setiap habis BAK/ BAB
2 Xsehari, diguyur
2 X sehari
3 X seminggu
setiap habis BAK/ BAB
2 X sehari, diseka
2 X sehari
setiap habis BAK/BAB
5
Aktivitas
Klien bekerja swasta dan ibu rumah tangga.
Pada akhir trimester 3 klien cuti hamil dan mengerjakan aktivitas dirumah
Klien sudah berjalan-jalan dan beraktivitas mandiri
e.    Data Psikologis
1)   Pola Pikir
Klien mengatakan merasa takut ASInya tidak akan keluar dan karena belum isa menggendong bayinya. Klien merasa senang dengan kelahiran bayi keduanya dan akan merawatnya.
2)   Konsep Diri
Æ Gambaran Diri
Klien mengatakan perutnya kendur dan menanyakan apakah perutnya akan kembali lagi seperti sebelum hamil. 
Æ Ideal Diri
Klien mengatakan ia akan berhenti bekerja dan akan merawat anaknya  sendiri.
Æ Harga Diri
Klien mengatakan merasa tidak malu dengan keadaanya karena suami dan keluarganya akan memperhatikannya.
Æ Identitas Diri
Klien adalah seorang istri, ibu dari 2 orang putranya dan seorang pegawai.
Æ Peran
Klien mengatakan bahagia karena kan menjadi ibu dari kedua anaknya.
f.    Data Sosial
Klien mengatakan hubungan dengan suami dan keluarga suaminya baik. Klien mengatakan suami atau keluarganya belum datang karena ada keperluan.
g.   Data Spiritual
Klien beragama Islam, mempercayai ada kekuatan Allah SWT,  dan meyakini bahwa anaknya adalah anugrah dan titipan dari Allah SWT . Klien mengatakan ia selalu berdoa agar anaknya selalu sehat.
h.   Data Seksualitas
Klien mengatakan yakin tidak akan ada perubahan pada aktivitas seksualitasnya.
i.     Kemampuan Perawatan Diri
1)   Perawatan Payudara
Klien mengatakan belum tahu cara perawatan payudara
2)   Perawatan Perineum dan Vulva
Klien mengatakan belum tahu cara perawatan perineum karena takut ada luka jahitan.
3)   Perawatan Bayi
Klien mengatakan belum tahu cara perawatan tali pusat bayi karena saat anak pertama perawatan tali pusat bayinya dilakukan mertua klien.
j.     Data Penunjang
Tanggal 30 Januari 2005
Hasil
Nilai Rujukan
Satuan
Hemoglobin
12,2
12-16
gr/dl
Hematokrit
39
37-47
%
Leukosit
22
5-10
Ribu/mm3
k.   Therapi
Amoxicillin     500mg, tablet, 3X1 jam 08.00-16.00-24.00 peroral
Viferon 1X1, tablet, jam 08.00-16.00-24.00 peroral
  1. Analisa Data
No
Data
Kemungkinan Penyebab dan Dampak
Masalah
1
2
3
4
1
DS:
a.Klien mengatakan tidak tahu cara perawatan perineum yang benar
b.                  Klien mengatakan ada luka jahitan diperineumnya
c.Klien mengatakan belum gantu pembalut dari kemarin
DO:
d.                  Klien mengalami ruptur subtotal perineum pada saat persalinan
e.Lochea tampak memenui pembalut
f. Terdapat luka jahitan diperineum ukuran 5 cm
g.                  Klien post partum VE hari ke-1
h.                  Leukosit 22.000 /mm3
i.  Suhu 36,1°C
Post partum vacum ekstraksi + ruptur subtotal perineum
¯

¯
Pemakaian pembalut

¯
Pengeluaran lochea
Adanya luka jahitan yang masih basah
¯
Inkontuinitas jaringan
¯
Adanya kontak lochea dengan luka jahitan
¯
Port de entry masuknya mikroorganisme
¯
Media yang baik untuk berkembangnya mikroorganisme
¯
Risiko terjadinya infeksi
Risiko terjadinya infeksi
2
DS:
j.  Klien mengatakan tidak tahu cara perawatan payudara
k.                  Klien mengatakan ASInya tidak keluar
l.  Klien mengatakan bayinya belum bisa digendong karena ada luka akibat divakum
DO:
m.                Payudara lembek
n.                  ASI keluar sedikit saat dipencet
o.                  Wajah klien tampak bingung saat ditanya tentang cara perawatan payudara
p.                  Klien post partum hari ke-1
Post partum hari ke-1
¯
Ketidaktahuan
tentang cara perawatan payudara
Bayi belum bisa digendong akibat caput succedenum
¯
Ketidaktahuan cara merangsang ASI
¯
Tidak adanya rangsangan pada payudara
¯
Produksi air susu tidak adekuat
¯
stressor bagi klien
¯
koping tidak efektif
¯
Gangguan rasa aman: cemas
Gangguan rasa aman:cemas
3
DS:
q.                  Klien mengatakan perutnya kendur
r. Klien mengatakan tidak tahu cara memulihkan otot-otot perutnya
s. Klien mengatakan tidak tahu apa itu senam nifas
t. Klien menanyakan apakah perutnya kan seperti dulu lagi
DO:
u.                  Wajah klien tampak bingung saat ditanya tentang senam nifas
v.                  Klien tampak memakai gurita
w.                Klien post partum hari ke-1
Post partum
¯
terjadi peregangan otot abdomen akibat pembesaran uterus saat kehamilan
¯
perut jadi kendur
¯
Kurangnya informasi tentang cara pemulihan otot abdomen
¯
stressor bagi klien
¯
klien merasa kecewa tubuhnya tidak ideal lagi
¯
gangguan body image
Gangguan body image
4
DS:
x.                  Klien mengatakan tidak tahu cara perawatan tali pusat pada bayi
y.                  Klien mengatakan anak pertamanya dirawat oleh ibu klien
z.Klien menanyakan cara perawatan tali pusat
DO:
aa.               Wajah klien tampak bingung saat ditanya tentang perawatan tali pusat
bb.              Klien banyak bertanya tentang perawatan tali pusat
cc.               Klien post partum hari ke-1
Anak ke-1 dirawat oleh ibu klien
¯
Kurangnya informasi tentang cara perawatan tali pusat
¯
Ketidaktahuan cara perawatan tali pusat
Ketidaktahuan cara perawatan tali pusat
  1. Diagnosa Keperawatan
a.    Risiko terjadinya infeksi berhubungan dengan adanya luka pada perineal
b.   Gangguan rasa aman:cemas berhubungan dengan ketidaktahuan cara merangsang  produksi ASI
c.    Gangguan body image berhubungan dengan ketidaktahuan cara pemulihan otot-otot abdomen
d.   Ketidaktahuan perawatan tali pusat berhubungan dengan kurangnyainformasi tentang perawatan tali pusat


B.  PERENCANAAN

No
Diagnosa Keperawatan
Perencanaan
Tujuan
Intervensi
Rasional
1
2
3
4
5
1
Risiko terjadinya infeksi berhubungan dengan adanya luka pada perineal yang ditandai oleh:
DS:
dd.              Klien mengatakan tidak tahu cara perawatan perineum yang benar
ee.               Klien mengatakan ada luka jahitan diperineumnya
ff.                Klien mengatakan belum gantu pembalut dari kemarin
DO:
gg.               Klien mengalami ruptur subtotal perineum pada saat persalinan
hh.              Lochea tampak memenui pembalut
ii.                  Terdapat luka jahitan diperineum ukuran 5 cm
jj.                  Klien post partum VE hari ke-1
kk.              Leukosit 22.000 /mm3
ll.                  Suhu 36,1°C
Tupan :
Tidak terjadi infeksi
Tupen:
Setelah perawatan selama 7 jam, tidak ada tanda-tanda infeksi dengan kriteria:
-  Tidak ada tanda-tanda infeksi : redness edema,, ekimosis, discharges, edges well approximate
-  Pembalut kering
-  Suhu dalam batas normal (36-38°C
1.      Bersihkan luka dengan cara mengoleskan bethadin 10 %
2.      Ajarkan klien cara perawatan perineum  dengan teknik bersih, yaitu dengan cara membersihkan perineum dengan sabun, membasuh dari arah depan ke belakang dan searah lalu dikeringkan.
3.  Anjurkan klien untuk sering mengganti pembalut dan memakai celana dalam yang pas
4.      Jaga lingkungan sekitar toilet atau tempat membersihkan perineum agar selalu bersih
5.      Kaji tanda-tanda infeksi seperti REEDA yaitu redness edema,, ekimosis, discharges, edges well approximate
6.      Pantau suhu setiap 8 jam sekali samapi suhu stabil
7.      Pantau hasil labolatorium: leukosit
8.      Kolaborasi: pertahankan pemberian antibiotik Amoxicillin 500 mg tablet 3X1 jan 08.00-16.00-24.00 peroral
9.       Berikan H.E untuk banyak makan tinggi protein dan Vitamin C
1. Bethadin adalh desinfektan yang dapat membunuh kuman pada luka
2.   Menambah wawasan dan memandirikan klien. Dengan perawatan perineum yang benar dapat mengurangi risiko masuknya M.O dan berkembang biak didaerah luka.
3.   Pembalut yang sering diganti dan kering dapat mengurangi tingkat kontak lochea  yang kontak dengan luka
4.   Lingkungan yang bersih mengurangi kemungkinan M.O masuk dan kontak dengan luka
5.   REEDA mengindikasikan adanya proses infeksi
6.   Suhu yang meningkat mengindikasikan adanya terjadinya infeksi
7.   Infeksi dapat meningkatkan angka leukosit
8.   Antibiotik dapat membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi
9.    Protein dan vitamin C membantu terjadinya pembentukan jaringan baru pada luka dan meningkatkan daya tahan tubuh.
2
Gangguan rasa aman:cemas berhubungan dengan ketidaktahuan cara merangsang ASI yang ditandai oleh:
DS:
mm.          Klien mengatakan tidak tahu cara perawatan payudara
nn.              Klien mengatakan ASInya tidak keluar
oo.              Klien mengatakan bayinya belum bisa digendong karena ada luka akibat divakum
DO:
pp.              Payudara lembek
qq.              ASI keluar sedikit saat dipencet
rr.                 Wajah klien tampak bingung saat ditanya tentang cara perawatan payudara
ss.                Klien post partum hari ke-1
Tupan:
Cemas klien hilang
Tupen:
Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 20 menit, diharapkan klien dapat memahami cara perawatan payudara dengan kriteria:
-   Klien dapat menyebutkan manfaat perawatan payudara
-    Klien dapat mendemonstrasikan cara perawatan payudara
1.      Jelaskan manfaat perawatan payudara
2.      Ajarkan dan demonstrasikan pada klien cara perawatan payudara
3.      Evaluasi pengetahuan klien tentang cara  perawatan payudara
4.       Motivasi klien untuk selalu merawat payudara secara rutin
1.   Dengan mengetahui ananfaat perawatan payudara klien dapat menjadi lebih termotivasi.
2.   Menambah wasasan dan memandirikan klien untuk melakukan perawatan payudara
3.   Dapat mengetahui tingkat pemahaman klien tentang perawatan payudara
4.    Dengan pujian akan memotivasi klien untuk secara rutin dan mandiri melakukan perawatan payudara
3
Gangguan body image berhubungan dengan ketidaktahuan cara pemulihan otot-otot abdomen yang ditandai oleh:
DS:
tt.                  Klien mengatakan perutnya kendur
uu.              Klien mengatakan tidak tahu cara memulihkan otot-otot perutnya
vv.              Klien mengatakan tidak tahu apa itu senam nifas
ww.           Klien menanyakan apakah perutnya kan seperti dulu lagi
DO:
xx.              Wajah klien tampak bingung saat ditanya tentang senam nifas
yy.              Klien tampak memakai gurita
zz.               Klien post partum hari ke-1
Tupan:
Bpdy iamge klien positif
Tupen:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 20 menit, klien dapat memahami cara pemulihan otot abdomen dengan kriteria:
Klien dapat menyebutkan manfaat dari senam nifas
Klien dapat mendemonstrasikan cara senam nifas
Jelaskan manfaat senam nifas
Ajarkan dan demonstrasikan pada klien cara senam nifas
Evaluasi pengetahuan klien tentang senam nifas
Berikan pujian dan motivasi klien untuk selalu melakukan senam nifas secara rutin
Dengan mengetahui manfaat senam nifas klien dapat menjadi lebih termotivasi.
Menambah wasasan dan memandirikan klien untuk melakukan senam nifas
Dapat mengetahui tingkat pemahaman klien tentang senam nifas
Dengan pujian akan memotivasi klien untuk secara rutin dan mandiri melakukan senam nifas
4
Ketidaktahuan perawatan tali pusat berhubungan dengan kurangnyainformasi tentang perawatan tali pusat yang ditandai oleh:
DS:
aaa.            Klien mengatakan tidak tahu cara perawatan tali pusat pada bayi
bbb.          Klien mengatakan anak pertamanya dirawat oleh ibu klien
ccc.            Klien menanyakan cara perawatan tali pusat
DO:
ddd.          Wajah klien tampak bingung saat ditanya tentang perawatan tali pusat
eee.            Klien banyak bertanya tentang perawatan tali pusat
fff.               Klien post partum hari ke-1
Tupan:
Klien dapat memahami cara perawatan tali pusat
Tupen:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 20 menit, klien dapat memahami cara perawatan tali pusat dengan kriteria:
-    Klien  dapat melakukan perawatan tali pusat
1.      Ajarkan dan demonstrasikan pada klien cara perawatan tali pusat
2.      Evaluasi pengetahuan klien tentang perawatan tali pusat
3.       Berikan pujian dan motivasi klien untuk selalu melakukan perawatan tali pusat secara rutin
1.   Menambah wasasan dan memandirikan klien untuk melakukan perawatan tali pusat
2.   Dapat mengetahui tingkat pemahaman klien tentang perawatan tali pusat
3.    Dengan pujian akan memotivasi klien untuk secara rutin dan mandiri melakukan perawatan tali pusat



C.  IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Tanggal
Diagnosa Keperawatan
Implementasi Dan Evaluasi
Paraf
1
2
3
4
31 Jan  05
DP1
DP1
DP 2
DP3
DP4
DP1

Jam 08.10

Menganjurkan klien untuk mengganti pembalut, celana dalam dan baju
Evaluasi:
Pembalut , celana dan baju diganti dengan yang bersih dan kering.

Jam 09.00

Memberikan H.E cara perawatan perineum, yaitu: membasuh dari arah depan ke belakang dengan satu arah, memakai sabun dan membilasnya dengan bersih dari arah depan ke belakang secara satu arah dan dikeringkan
Evaluasi:
Klien mengatakan mengerti tentang penjelasan perawat tentang perawatan perineum.

Jam 09.20

-    Menjelaskan manfaat perawatan payudara
-    Mengajarkan dan mendemonstrasikan cara perawatan payudara
Evaluasi:
-    Klien mengatakan mengerti tentang manfaat payudara
-    Klien dapat mendemonstrasikan semua cara perawatan payudara.

Jam 09.40

-    Menjelaskan manfaat senam nifas
-    Mengajarkan dan mendemonstrasikan cara senam nifas
Evaluasi:
-    Klien dapat menyebutkan 3 dari 4 manfaat senam nifas
-    Klien dapat mendemonstrasikan gerakan  senam nifas hari pertama
Jam 10.30
Mengajarkan dan mendemonstrasikan cara perawatan tali pusat
Evaluasi:
-    Klien mengatakan mengerti penjelasan perawatan tentang perawatan tali pusat
-    Klien dapat mendemonstrasikan cara perawatan tali pusat.

Jam 12.30

Mengobservasi suhu
Evaluasi:
Suhu 36,4 °C
(Ani)
(Ani)
(Ani)
(Ani)
(Ani)
(Ani)


About these ads

Penulis: semaraputraadjoezt

I am Nurse

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.