ASUHAN KEPERAWATAN ANSIETAS

Juniartha Semara Putra

ASUHANKEPERAWATAN ANSIETAS

 I.      PENGERTIAN

A.    Ketegangan atau kecemasan dalam diri tanpa tujuan / obyek kecemasan tidak disadari dan berkaitan dengan kehilangan self image (freud).
B.     Kecemasan timbul karena adanya ancaman terhadap self esteem oleh orang terdekat. pada orang dewasa kecemasan dialami bila prestige dan dignity diri terancam oleh orang lain (sullivan).
C.     Kecemasan mempengaruhi hubungan interpersonal, suatu respon terhadap bahaya yang tidak diketahui yang muncul bila ada hambatan pemanuhan kebutuhan (pepleu).
D.    Kekuatiran (uneasiness), keprihatinan, (apprehension), ketakutan (dread) terhadap sesuatu yang akan terjadi yang dihubungkan dengan sumber yang tidak dikenali dari bahaya yang diantisipasi (friedman, kaplan, sadock)
E.     Respon emosional / manifestasi afek yang tidak pasti dan tidak berdaya

II.      FAKTOR PREDISPOSISI

A.    Teori psikoanalitik (freud) adanya konflik emosional antara id dan Super Ego untuk mengingatkan Ego tentang sesuatu bahaya yang perlu diatasi
B.     Teori interpersonal, adanya kekuatiran akan penolakan interpersonal, akibat trauma masa pertumbuhan dan perkembangan (perpisahan, kehilangan) sehingga tidak berdaya, harga diri rendah.
C.     Teori perilaku, hasil frustrasi dari segala sesuatu yang menggangu kemampuan untuk mencapai tujuan
D.    Kajian biologis
1.      Otak mengandung reseptor benzodiazepines             mengatur ansietas.
2.      Penghambat asam amino butirik- gama nerureguler (GABA)        berperan dalam mekanisme biologis ansietas.

III.      FAKTOR PRESIPITASI

A.    Ancaman integritas diri, ketidakmampuan fisiologis atau gangguan terhadap kebutuhan dasar (maslow).
B.     Ancaman sistem diri / keselamatan diri (security of the self) integritas diri, harga diri, prestige, hubungan interpersonal, kehilangan dan perubahan peran / status, fungsi sosial yang terintegrasi

 

IV.      MEKANISME ANSIETAS

<!–[if gte vml 1]>

KECEMASAN

secara sadar, mekanisme beorientasi pada tugas

tidak sadar

mekanisme pembelaan Ego, represi

reaksi konversi ke organ – syaraf otonom

syaraf

somatofrom

kecemasan

cemas meningkat

gangguan neurotik

otot

gastro intestinal

foby

STRESS

obsesi kompulsi

<![endif]–>


STRESSOR


 

 

V.      RENTANG RESPON KECEMASAN


RESPON ADAPTIF MALADAPTIF

 


RESPON

 

 
Antisipasi                 Ringan                   Sedang                               Berat                     Panik
A.    ANSIETAS RINGAN
1.      Respon Fisiologis
v  Sesekali nafas pendek
v  Nadi dan tekanan darah naik
v  Gejala ringan pada lambung
v  Muka berkerut dan bibir bergetar.
2.      Respon Koginitif
v  Lapang persepsi meluas
v  Mampu menerima rangsang yang komplek
v  Konsentrasi pada masalah kecemasannya
v  Menyelesaikan masalah secara efektif
3.      Respon Perilaku dan Emosi
v  Tidak dapat duduk tenang
v  Tremor halus pada tangan
v  Suara kadang-kadang meninggi
B.     ANSIETAS SEDANG
1.      Respon Fisiologis
v  Sering nafas pendek
v  Nadi (extra sistole) dan tekanan darah naik
v  Mulut kering
v  Anorexia
v  Diare / konstipasi
v  Gelisah
2.      Respon Koqnitif
v  Lapang persepsi menyempit
v  Rangsang luar tidak mampu diterima
v  Berfokus pada aa saja yang menjadi perhatiannya
3.      Respon Perilaku dan emosi.
v  Gerakan tersentak-sentak
v  Bicara banyak dan lebih cepat
v  Susah tidur
v  Perasaan tidak aman
C.     ANSIETAS BERAT
1.      Respon Fisiologis
v  Nafas pendek
v  Nadi dan tekanan darah naik
v  Berkeringat dan sakif kepala
v  Penglihatan kabur
v  Ketegangan.
2.      Respon Koginitif
v  Lapang persepsi sangat sempit
v  Tidak mau menyelesaikan masalah
3.      Respon Perilaku dan Emosi
v  Perasaan ancaman meningkat
v  Verbalisasi cepat
v  Blocking
D.    ANSIETAS PANIK.
1.      Respon Fisiologis
v  Nafas pendek
v  Rasa tercekik dan palpitasi
v  Sakit dada
v  Pucat
v  Hipotensi
v  Koordinasi motorik rendah.
2.      Respon Kognitif
v  Lapang persepsi sangat sempit
v  Tidak dapat berfikir logis
3.      Respon Emosi
v  Agitasi, menmgamuk, marah
v  Ketakutan, berteriak – teriak, blocking
v  Kehilangan kendali / kontrol diri
v  Persepsi kacau

VI.      RESPON FISIOLOGIS SECARA UMUM PADA SISTEM TUBUH

A.    Kardiovaskuler
Palpitasi, jantung berdebar, tekanan darah, nadi menurun, rasa mau pingsan, pingsan
B.     Saluran pernafasan
Nafas cepat, dangkal, rasa tertekan pada dada, rasa tercekik, terengah-engah.
C.     Neuromuskuler
Peningkatan reflek, reaksi kejutan, mata berkedip kedip, insomnia, wajah tegang, kelelahan secara umum, gerakan lambat
D.    Gastro intestinal
Kehilangan nafsu makan, menolak makan, rasa tidak nyaman pada abdominal, rasa terbakar daerah epigastrium, nausea, diare.
E.     Saluran kemih
Tidak dapat menahan buang air kecil, sering buang air kecil/anyang-anyangen.
F.      Sistem kulit
Rasa terbakar pada muka, berkeringat setempat (telapak tangan), gatal-gatal, perasaan panas atau dingin pada kulit, muka pucat, berkeringat seluruh tubuh.
G.    Perilaku
Gelisah, ketegangan fisik, tremor, gugup, menarik diri, hiperventilasi, inhibis (terlambat)
H.    Kognitif
Gangguan perhatian, konsentrasi hilang, pelupa, salah tafsir, blocking, menurunnya lahan persepsi, kreatifitas dan produktifitas menurun, bingung, kesadaran diri dan kuatir berlebihan, hilang obyektifitas.
I.       Afektif
Tidak sabar, tegang berlebihan, teror, gugup luar biasa dan sangat gelisah

VII.      MEKANISME KOPING

Pada ansietas sedang dan berat menggunakan 2 mekanisme koping yaitu:
A.    Reaksi orientasi tugas (task oriented)
1.      Menyerang (Attack Behavior)
v  Pola destruktif : marah-marah, memusuhi – agresif
v  Pola konstruktif : pemecahan masalah, asertive
2.      Menarik diri : merokok, menghindar dari sumber stres
3.      Kompromi : merubah kebiasaan, mengganti tujuan, mengorbankan salah satu kebutuhan
B.     Mekanisme pembelaan ego /mpe (ego defence mecanism)
Sublimasi, proyeksi, rasionalisasi, displacement, reaksi konversi, acting out, regresi dsb

VIII.      MASALAH KEPERAWATAN

1.      Resiko tinggi kekerasan, menciderai diri sendiri dan orang lain
2.      Ganguan pola tidur
3.      Gangguan nutrisi
4.      Koping individu tidak efektif
5.      Kecemasan sedang / berat / panik berhubungan dengan ……

IX.      RENCANA TINDAKAN (KECEMASAN SEDANG / BERAT / PANIK TERLAMPIR)

A.    Tujuan tindakan keperawatan klien ansietas adalah menurunkan tingkat ansietas
B.     Prinsip tindakan keperawatan ansietas berat dan panik adalah melindungi klien dari bahaya fisik, dan memberi rasa aman
C.     Bila tingkat ansietas menurun sampai tingkat sedang atau ringan prinsip tindakannya adalah : reedukatif, bertujuan pada kognitif dalam menggunakan mekanisme koping yang konstruktif
D.    Tindakan pertama bagi perawat untuk merawat pasien ansietas adalah : menyadari, mengenali perasaannya sendiri dan harus mengendalikannya karena ansietas pada diri perawat mempengarui tingkat ansietas pasien dan perasaan negatif perawat akan menghambat hubungan terapeutik.

X.      EVALUASI

A.    Ancaman integritas fisik atau sistern diri klien berkurang dalam sifat, jumlah, asal dan waktunya.
B.     Perilaku klien mencerminkan penurunan tingkat ansietas.
C.     Klien mengenal ansietasnya mempunyai pandangan terhadap perasaan ansietasnya.
D.    Sumber koping dimanfaatkan setara adekuat dan konstruktif.
E.     Klien mampu menggunakan strategi penyelesaian masalah yang adaptif untuk mengurangi ansietas.
F.      Menggunakan ansietas ringan untuk meningkatkan pertumbuhan atau perubahan personal.

Lampiran : Tindakan Keperawatan Asietas Berat / Panik

Tujuan Khusus / Rencana Tindakan

1.      Klien dapat membina hubungan saling percaya dan terhindar dari bahaya
Ø  Kenalkan diri dan temani pasien
Ø  Dorong dan dengarkan klien mengungkapkan perasaannya
Ø  Bersikap terbuka, siap menerima klien apa adanya
Ø  Gali penyebab ansietasnya, diskusikan dan terima perasaan positif dan negatif termasuk perkembangan ansietasnya langsung jawab pertanyaan klien
2.      Klien dapat meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis
Ø  Kolaborasi obat, menurunkan ansietas (dia-zepam, laroxyl)
Ø  Amati efek samping obat
3.      Klien dapat mengidentifikasi dan berusaha menurunkan penyebab ansietas
Ø  Ciptakan situasi dan lingkungan tenang
Ø  Batasi interaksi klien dengan lingkungan untuk mengurangi rangsangan ansietas
Ø  Berikan terapi fisik, mandi air hangat, pijat, relaksasi, jalan – jalan, joging dsb
4.      Klien dapat menggunakan mekanisme koping yang konstruktif
Ø  Menerima klien apa adanya dengan tanpa menentang keyakinannya
Ø  Berikan feed back, perilaku, stressor
Ø  Penilaian stressor dan sumber koping
Ø  Kuatkan ide – ide bahwa kesehatan fisik berhubungan dengan mental
Ø  Pada saat yang tepat, perilaku yang mal adaptif beri batasan perilaku dengan cara yang konstruktif
5.      Klien dapat melakukan kegiatan yang menarik dan aktifitas terjadwal
Ø  Berikan aktifitas bersifat mendukung dan menguatkan perilaku sosial yang konstruktif
Ø  Bersama klien, buat jadwal sehari – hari
Ø  Libatkan anggota keluarga dan sistem pendukung lainnya

Lampiran : Tindakan Keperawatan Ansietas Sedang

Tujuan Khusus / Rencana Tindakan

1.      Klien dapat menjalin hubungan dan mempertahankan hubungan saling percaya
Ø  Dengarkan klien, responsif
Ø  Beri dorongan untuk mengekspresikan perasaannya
Ø  Identifikasi pola perilaku destruktif dan konstruktif
2.      Klien dapat mengidentifikasi dan menguraikan perasaannya
Ø  Validasi kesimpulan dan asumsi terhadap klien
Ø  Gunakan konfrontasi positif
3.      Klien dapat memperluas kesadarannya terhadap perkembangan ansietas:
Ø  Bantu identifikasi situai dan interaksi yang menimbulkan ansietas
Ø  Bersama klien tinjau kembali penilaian klien terhadap stressor yang dirasakan mengancam dan menimbulkan konflik
Ø  Hubungkan pengalaman lalu dan sekarang
4.      Klien dapat menggunakan mekanisme koping yang adaptif
Ø  Gali cara klien mengurangi ansietas dimasa lalu
Ø  Tunjukkan akibat perilaku mal adaptif dan destruktif
Ø  Dorong untuk menggunakan respon koping yang konstruktif
Ø  Bantu untuk menyusun, memodifikasi tujuan dengan mengunakan sumber dan mencoba koping yang baru
Ø  Latih klien menghadapi ansietas ringan
Ø  Beri latihan fisik
Ø  Libatkan sistem pendukung untuk menggunakan koping adaptif yang baru
5.      Klien mampu menggunakan teknik relaksasi
Ø  Ajarkan klien teknik relaksasi, jalan – jalan, joging, pernafasan dalam dsb

Ø  Dorong menggunakan teknik relaksasi, untuk menurunkan tingkat ansietasnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s